Drying oven digunakan untuk proses pemanasan, curing, pengeringan, dan dehidrasi berbagai bahan serta produk di industri farmasi, kimia, makanan, hasil pertanian dan produk sampingan, perikanan, industri ringan, industri berat, dan sektor lainnya.

Lalu, apa saja gangguan umum yang sering terjadi pada drying oven dan bagaimana cara penanganannya?

Analisis dan Penanganan Gangguan Umum pada Drying Oven

1. Drying Oven Berasap dan Alarm Berbunyi

Periksa filter, biasanya ditemukan banyak debu menumpuk, elemen pemanas listrik rusak, serta terdapat banyak material yang menggumpal di bagian outlet. Langkah pertama adalah memutuskan aliran listrik peralatan dan menghilangkan sumber api.

Fenomena ini umumnya disebabkan oleh terbakarnya filter udara masuk pada sistem. Selama proses produksi, drying oven menghasilkan debu atau serbuk halus yang menempel pada elemen filter udara masuk. Elemen filter berbahan kertas tersebut dapat terbakar sendiri akibat suhu tinggi di dalam ruang pemanas.

2. Atomizer Mengeluarkan Suara Bising

Selama pengoperasian atomizer terdengar suara berdecit. Setelah dilakukan pemeriksaan, piringan atomisasi dan distributor material dalam kondisi normal. Namun ditemukan retakan sekitar 8 mm pada dudukan bearing belakang. Pada jalur cincin dalam bearing juga terdapat bekas aus sedalam kurang lebih 0,5 mm. Selain itu, terlihat perubahan warna kebiruan akibat panas berlebih.

Langkah perbaikan dilakukan dengan mengelas dudukan bearing belakang dan mengganti bearing depan serta belakang. Pengujian tanpa beban dan dengan beban pada motor menunjukkan bahwa nilai getaran pada titik pengukuran tidak berubah signifikan. Hal ini menunjukkan bahwa getaran tidak berkaitan dengan piringan atomisasi maupun distributor material.

Getaran pada blok bearing belakang lebih besar dibandingkan bearing depan, sehingga dapat disimpulkan bahwa sumber masalah berada pada bearing. Putaran tinggi pada piringan atomisasi menghasilkan gaya sentrifugal yang besar, sementara bearing memiliki celah radial. Ketidakseimbangan gaya pada bola bearing di area tanpa beban menyebabkan timbulnya suara abnormal.

Sebagai solusi, dipasang pegas bergelombang (corrugated spring) dengan ketebalan 0,5 mm, diameter luar 32 mm, dan diameter dalam 28 mm pada dudukan bearing belakang motor. Pegas diberi preload sebesar 1,5 mm untuk mengompensasi pergeseran aksial bearing. Saat rotor motor mengalami perubahan akibat pemanasan, cincin dalam bearing ikut bergerak, sehingga celah berlebih pada motor dapat dihilangkan dan suara abnormal tidak lagi muncul.

Telp/WahtsApp : 0812 1248 2471
Email : alfin@testindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *