Mesin uji kekuatan terutama digunakan untuk menguji sifat fisik dari bahan baku, produk jadi, dan produk setengah jadi.
Alat ini dapat melakukan pengujian tarik (tensile test), uji tahan tekan (anti-compression test), dan berbagai pengujian lainnya. Lalu, bagaimana cara memilih mesin uji kekuatan yang tepat?
✔️ Kecepatan Pengujian
Beberapa peralatan di pasaran memiliki kecepatan 10~500 mm/menit, sedangkan yang lain 0,001~500 mm/menit. Mesin dengan rentang kecepatan 10~500 mm/menit umumnya menggunakan sistem kontrol kecepatan biasa, yang biayanya lebih rendah namun ketelitian dipengaruhi oleh kekasaran; sedangkan mesin dengan rentang 0,001~500 mm/menit menggunakan sistem servo, yang harganya lebih mahal namun akurasinya tinggi.
Bagi perusahaan pengemasan fleksibel, penggunaan sistem servo dengan rentang kecepatan 1~500 mm/menit sudah cukup. Hal ini tidak memengaruhi akurasi dan harganya masih dalam kisaran wajar.
✔️ Jenis Proyek Pengujian
Pengemasan fleksibel membutuhkan mesin tarik serbaguna, yaitu berdasarkan penggunaan berbagai jenis jig atau penjepit, mesin dapat melakukan pengujian seperti tarik, tekan, tekuk, sobek, dan geser.
✔️ Akurasi Pengukuran
Masalah akurasi mencakup akurasi pengukuran gaya, akurasi kecepatan, akurasi deformasi, dan akurasi perpindahan. Nilai presisi ini bisa mencapai ±0,5%, namun bagi produsen umum, akurasi 1% sudah memadai. Selain itu, resolusi nilai gaya hampir dapat mencapai 1/400.000.
✔️ Rentang Tegangan Material yang Diuji
Perbedaan rentang tegangan menentukan jenis sensor yang digunakan, dan hal ini juga memengaruhi struktur mesin uji tegangan.
