Mesin uji tarik merupakan alat pengujian presisi berskala besar yang menggabungkan teknologi elektronik modern dan teknologi transmisi mekanis. Mesin ini memaksimalkan konsep mekatronika serta memiliki karakteristik rentang pengukuran yang luas, presisi tinggi, dan respons cepat.
Mesin uji tarik satu sumbu (uniaxial) bekerja secara andal dan efisien, serta mampu menampilkan, merekam, dan mencetak data pengujian secara real-time. Sistemnya terdiri dari sistem pengukuran, sistem penggerak, sistem kontrol, dan struktur komputer.
Pengukuran Nilai Gaya
Gaya diukur menggunakan load cell, amplifier, dan sistem pemrosesan data. Load cell yang paling umum digunakan adalah sensor strain gauge.
Sensor strain gauge merupakan perangkat yang terdiri dari strain gauge, elemen elastis, dan beberapa komponen pendukung yang berfungsi mengubah besaran mekanis tertentu menjadi sinyal listrik. Jenis sensor strain cukup beragam, antara lain sensor gaya tipe silinder (barrel), tipe spoke, tipe S lubang ganda, tipe balok (beam), dan lainnya.
Pada sensor gaya, umumnya digunakan metode pengukuran jembatan penuh diferensial (full bridge), di mana strain gauge dihubungkan membentuk rangkaian jembatan. Ketika gaya luar P bekerja, strain gauge mengalami deformasi sehingga menyebabkan ketidakseimbangan jembatan dan menghasilkan perubahan tegangan keluaran pada sensor.
Kualitas sensor sangat menentukan akurasi dan stabilitas mesin uji tarik. Saat ini, mesin uji tarik satu sumbu di pasaran umumnya menggunakan sensor tipe S untuk kapasitas gaya kecil dan sensor tipe spoke untuk kapasitas besar. Sensor internal biasanya menggunakan pelat strain resistif. Jika akurasi strain gauge rendah, daya rekatnya buruk, kemampuan anti-penuaan lem tidak baik, atau material sensor kurang berkualitas, maka hal tersebut akan memengaruhi akurasi serta umur pakai sensor.
Pengukuran Deformasi dan Perpindahan Balok (Beam)
Pengukuran ini dilakukan menggunakan perangkat pengukur deformasi yang berfungsi mengukur perubahan panjang spesimen selama pengujian.
Perangkat ini memiliki dua penjepit (chuck) yang terhubung dengan encoder optik (photoelectric encoder) di bagian atas alat melalui sistem transmisi. Ketika jarak antara dua penjepit berubah, poros encoder berputar dan menghasilkan sinyal pulsa. Sinyal tersebut kemudian diproses oleh mikrokontroler untuk mendapatkan nilai deformasi spesimen.
Prinsip pengukuran perpindahan balok hampir sama dengan pengukuran deformasi, yaitu berdasarkan jumlah pulsa yang dihasilkan oleh encoder optik.
Sistem transmisi umumnya menggunakan screw (ulir). Jika terdapat celah (backlash) pada screw, maka akan langsung memengaruhi deformasi maksimum dan nilai perpanjangan saat putus. Beberapa mesin uji tarik logam di pasaran masih menggunakan screw tipe T biasa yang memiliki celah dan gesekan besar, sehingga umur pakainya relatif pendek.
Sistem Penggerak Mesin Uji Tarik
Sistem penggerak berfungsi menggerakkan balok pada mesin uji material universal. Prinsip kerjanya adalah motor dikontrol oleh sistem servo, lalu motor memutar lead screw melalui mekanisme transmisi seperti reducer untuk menggerakkan balok. Dengan mengatur kecepatan motor, kecepatan gerak balok dapat dikontrol.
Saat ini, beberapa mesin uji tarik logam di pasaran masih menggunakan motor tiga fase biasa atau motor frekuensi variabel yang dikendalikan oleh sinyal analog. Sistem ini memiliki respons kontrol lambat, posisi kurang akurat, rentang kecepatan terbatas, serta kontrol kecepatan yang kurang presisi.
Sistem Kontrol Mesin Uji Tarik
Sistem kontrol bertugas mengendalikan pengoperasian sistem servo komputer pada mesin uji material universal. Operator dapat mengontrol mesin melalui panel kontrol dan memantau kondisi serta parameter pengujian. Jika mesin dilengkapi komputer, maka dapat dilakukan pengolahan dan analisis data serta pencetakan hasil uji.
Komunikasi antara mesin uji dan komputer umumnya menggunakan port serial RS232 melalui port COM pada komputer. Teknologi ini sudah matang, andal, dan mudah digunakan.
Saat ini, sebagian besar sistem pengukuran dan kontrol mesin uji tarik di pasaran masih menggunakan mikrokontroler 8-bit dengan tingkat sampling rendah dan kemampuan anti-interferensi yang kurang baik. Jika resolusi digit pada konverter AD juga rendah, maka hasil pengukuran menjadi kurang akurat.
Kami adalah produsen mesin uji universal. Jika Anda tertarik, silakan hubungi kami.
Telp/WahtsApp : 0812 1248 2471
Email : alfin@testindo.com
Single Coloumn Series HD-B602 Desktop Tensile Testing Machine




