Saat ini orang semakin sering berbelanja secara online, mulai dari lipstick, CP4 Camshaft, kapsul kopi Tchibo, hingga perangkat seperti OTDR dan berbagai produk lainnya. Agar produk sampai ke tangan konsumen dalam kondisi baik, kualitas kemasan menjadi sangat penting. Oleh karena itu, sebagai produsen mesin uji kemasan, kami menyarankan Anda memahami item pengujian untuk kemasan kosmetik.

1. Pemeriksaan Label Kosmetik
Label self-adhesive (stiker) banyak digunakan pada kemasan kosmetik. Pengujiannya berfokus pada performa perekat, meliputi:
-
Daya rekat awal
-
Daya rekat jangka panjang
-
Kekuatan kupas (peel strength)
Kekuatan kupas merupakan indikator penting untuk mengukur kualitas daya lekat label. Pengujian biasanya menggunakan mesin uji tarik elektronik atau alat uji kupas. Sampel dipotong selebar 25 mm, ditempelkan pada pelat uji standar dengan rol tekanan, lalu dikupas menggunakan mesin uji dengan kecepatan umumnya 300 mm/menit untuk mendapatkan nilai kekuatan kupas (kN/m).
2. Pemeriksaan Kemasan Transportasi Kosmetik
Produk kosmetik biasanya dibungkus dengan pelindung (seperti foam) dan dimasukkan ke dalam karton bergelombang. Kemasan harus tetap utuh setelah proses pengangkutan dan penyimpanan. Oleh karena itu, dilakukan beberapa pengujian berikut:
a. Uji Tumpuk Karton (Carton Stacking Test)
Karton di bagian bawah harus mampu menahan beban dari karton di atasnya. Pengujian ini memastikan kekuatan tekan maksimum agar karton tidak roboh selama penyimpanan.

b. Uji Simulasi Getaran Transportasi
Produk dapat mengalami guncangan selama pengiriman. Uji getaran dilakukan untuk mensimulasikan kondisi transportasi dan memastikan kemasan mampu melindungi produk dengan baik.
c. Uji Jatuh (Drop Test)
Produk bisa saja terjatuh saat proses distribusi atau penggunaan. Uji ini bertujuan mengukur ketahanan kemasan terhadap benturan akibat jatuh.

d. Uji Kekuatan Tekan Tepi (Edge Crush Test)
Pengujian ini digunakan untuk mengetahui kapasitas maksimum karton bergelombang saat mengalami tekanan dari sisi tepinya.
3. Pemeriksaan Kualitas Cetak Kemasan Kosmetik
Tampilan visual yang baik dapat menarik perhatian konsumen. Beberapa pengujian kualitas cetak yang umum dilakukan antara lain:
-
Ketahanan abrasi (anti gores) lapisan tinta
-
Uji daya lekat tinta
-
Uji perbedaan warna
Dalam uji ketahanan abrasi, sampel digesek berulang kali (misalnya 40 kali bolak-balik) menggunakan alat uji gesek sesuai standar seperti GB7706. Hasil dinilai berdasarkan perubahan densitas warna sebelum dan sesudah pengujian.
4. Pengujian Sifat Fisik dan Mekanik Bahan Kemasan
Sifat mekanik sangat penting dalam proses pengemasan, distribusi, dan masa simpan produk. Pengujian yang umum meliputi:
a. Kekuatan Tarik dan Perpanjangan
Mengukur tegangan maksimum yang dapat ditahan material sebelum putus. Jika terlalu rendah, kemasan mudah rusak saat menerima beban eksternal.
b. Kekuatan Kupas Film Komposit
Mengukur daya rekat antar lapisan dalam film komposit. Daya rekat yang rendah dapat menyebabkan kebocoran akibat terpisahnya lapisan.
c. Kekuatan Heat Seal (Segel Panas)
Mengukur kekuatan bagian yang disegel. Jika terlalu lemah, segel bisa retak dan menyebabkan isi bocor.
Pengujian ini biasanya menggunakan mesin uji tarik dengan kecepatan 300–500 mm/menit. Untuk uji heat seal, diperlukan alat khusus heat seal tester untuk menyiapkan sampel.
5. Uji Ketahanan Benturan
Untuk mencegah kerusakan akibat benturan, dilakukan uji ketahanan benturan menggunakan metode jatuh bebas (falling dart atau falling ball impact test). Pengujian ini menentukan energi yang dibutuhkan untuk merobek film plastik. Jika 50% sampel rusak pada kondisi tertentu, maka nilai energi tersebut menjadi parameter ketahanan benturan.

6. Uji Ketahanan Korosi Salt Spray
Produk yang digunakan di wilayah pesisir berpotensi terpapar udara laut yang korosif. Uji salt spray dilakukan untuk menguji ketahanan lapisan pelindung seperti cat, pelapisan elektro, atau lapisan anti karat terhadap korosi.
