Tahap 1: Awal Mula Teknologi Pengukuran
Pada tahap ini, dasar pengukuran torsi mulai dikenal.
-
Hukum Hooke, yang ditemukan oleh Robert Hooke pada 1678, menjelaskan hubungan proporsional antara regangan material dan gaya tarik yang dialami material.
-
Dengan hadirnya rangkaian jembatan (bridge circuits), perubahan kecil pada tegangan listrik dapat diukur secara akurat, menjadi dasar pengembangan sensor torsi modern.
Tahap 2: Lahirnya Sensor Torsi Putar
-
Tahun 1945, sensor torsi putar pertama kali diperkenalkan.
-
Prinsip kerjanya: ketika torsi aksial diterapkan pada shaft dan shaft mengalami twist (sudut putar), torsi berubah secara proporsional dengan sudut putar tersebut.
-
Sudut putar ini kemudian diukur oleh sistem pengukuran.
-
Inilah cikal bakal sensor torsi rotatif yang digunakan luas hingga saat ini.
Tahap 3: Sensor Torsi Modern
-
Sensor torsi modern umumnya menggunakan output analog, namun antarmuka analog rawan gangguan dari driver atau perangkat terdekat.
-
Sensor digital kemudian dikembangkan untuk meningkatkan kemampuan anti-interference.
-
Saat ini, sensor torsi hadir dalam berbagai varian dengan kemampuan lebih tinggi, termasuk pengukuran statik maupun dinamis secara online, serta output digital yang kompatibel dengan sistem otomasi modern.
Arah Perkembangan Sensor Torsi
Ke depan, sistem pengukuran sensor torsi akan terus berkembang ke arah:
-
Miniaturisasi – sensor lebih kecil dan ringkas
-
Digitalisasi & Inteligensi – sistem pintar dan otomatis
-
Virtualisasi & Jaringan – integrasi IoT dan monitoring jarak jauh
-
Dari pengujian statis menuju pengujian dinamis online
Hefei Natural Intelligent Technology Co., Ltd. menjadi salah satu perusahaan yang ahli menyediakan berbagai jenis sensor torsi beserta solusi teknisnya.
