Sensor torsi statis adalah transduser khusus yang dirancang untuk mengukur dan memantau torsi, atau gaya putar, secara akurat pada berbagai mesin dan aplikasi. Sensor ini memiliki peran penting dalam industri seperti otomotif, dirgantara, manufaktur, dan robotika. Dalam artikel ini, kita akan membahas fitur utama sensor torsi statis.

1. Presisi Tinggi

Sensor torsi reaksi dirancang untuk memberikan presisi dan akurasi yang sangat tinggi dalam pengukuran torsi. Sensor ini mampu mendeteksi perubahan gaya putar sekecil apa pun, sehingga sangat cocok untuk aplikasi yang memerlukan kontrol dan analisis torsi secara tepat.

2. Rentang Pengukuran Luas

Sensor ini menawarkan rentang pengukuran yang luas, sehingga dapat menangani berbagai nilai torsi. Baik torsi rendah maupun tinggi dapat diukur secara akurat, menjadikannya fleksibel untuk berbagai aplikasi dan industri.

3. Sensitivitas Tinggi

Transduser torsi flens berongga dirancang dengan sensitivitas tinggi untuk menangkap variasi torsi yang sangat kecil. Sensitivitas ini memastikan hasil pengukuran yang akurat dan andal, serta menyediakan data penting untuk analisis dan optimasi.

4. Desain Kompak dan Konstruksi Kokoh

Sensor torsi statis dibuat dengan desain yang kompak dan kuat, sehingga cocok dipasang di ruang terbatas maupun lingkungan kerja yang berat. Sensor ini mampu menahan getaran, guncangan, serta suhu ekstrem, sehingga tetap andal dan memiliki masa pakai panjang.

5. Pengukuran Non-Kontak

Banyak sensor torsi statis menggunakan metode pengukuran non-kontak, seperti prinsip strain gauge atau magnetoelastik. Metode ini menghilangkan kebutuhan kontak langsung dengan poros atau kopling berputar, sehingga mengurangi gesekan, keausan, dan kebutuhan perawatan.

6. Pemantauan Waktu Nyata

Sensor torsi statis umumnya dilengkapi kemampuan pemantauan waktu nyata, yang memungkinkan pengukuran dan umpan balik torsi secara terus-menerus. Operator dapat memantau level torsi selama operasi, mendeteksi penyimpangan, serta mengambil tindakan korektif dengan cepat untuk mencegah kerusakan peralatan.

7. Integrasi yang Mudah

Sensor ini dirancang agar mudah diintegrasikan ke dalam sistem dan peralatan yang sudah ada. Sensor dapat digunakan pada berbagai sistem pengukuran torsi seperti bangku uji, lini perakitan, dan proses kontrol kualitas.

8. Beragam Opsi Output

Sensor torsi statis menyediakan berbagai pilihan keluaran, termasuk tegangan analog, arus, maupun sinyal digital seperti RS-232 atau CANbus. Hal ini memudahkan integrasi dengan sistem akuisisi data, sistem kontrol, dan perangkat lain untuk analisis data serta optimasi proses.

Telp/WahtsApp : 0812 1248 2471
Email : alfin@testindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *