Mesin uji tarik universal adalah mesin pengujian multifungsi yang banyak digunakan di bidang industri mesin, elektronik, perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan berbagai sektor industri lainnya. Seiring dengan perkembangan teknologi, mesin ini digunakan untuk melakukan uji tarik, uji tekan, uji lentur, uji relaksasi tegangan atau creep pada logam, plastik, karet, film, serat, serat kaca, kertas, tekstil, serta material logam, non-logam, dan komposit lainnya. Selain itu, mesin ini juga digunakan untuk pengujian kekuatan tarik, kupas (peeling), dan kekuatan las pada komponen mekanik maupun elektronik.
Pada artikel ini, kita akan membahas persyaratan pemasangan fixture pada Universal Testing Machine.
Apa Itu Fixture pada Mesin Uji Tarik Universal?
Fixture merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari mesin uji tarik universal. Mesin ini menjepit spesimen melalui fixture, kemudian menentukan apakah material memenuhi standar dan indeks kinerja yang telah ditentukan melalui perangkat pemberi beban, perangkat tampilan gaya, dan sistem pencatatan data. Tanpa fixture yang sesuai, proses pengujian tidak dapat dilakukan dengan benar.
Fixture adalah bagian mesin yang sering berubah mengikuti jenis dan bentuk material yang diuji. Setiap material memerlukan jenis fixture yang berbeda. Oleh karena itu, fixture menjadi faktor penting yang menentukan kelancaran proses pengujian serta akurasi hasil uji.
Karena mesin uji tarik dapat menguji berbagai jenis produk dengan bentuk dan struktur berbeda, maka struktur fixture juga dirancang khusus sesuai karakteristik spesimen. Penggunaan fixture yang tepat dan benar akan sangat membantu kelancaran proses pengujian.
Persyaratan Pemasangan Fixture Mesin Uji Tarik Universal
-
Penjepitan spesimen harus benar dan presisi
Penjepitan yang tepat sangat penting karena secara langsung mempengaruhi keberhasilan pengujian dan akurasi data hasil uji. -
Perhatian khusus untuk spesimen berbentuk persegi panjang dan material getas
Pada jenis spesimen ini, proses penjepitan harus lebih hati-hati karena lebih rentan terhadap kegagalan dini. -
Pastikan spesimen sejajar sebelum pengujian
Saat menjepit, usahakan spesimen terpasang sejajar secara depan-belakang sebelum dilakukan penarikan. -
Hindari penekanan kawat pada fixture gulungan kawat baja
Pada pengujian kawat baja, jangan sampai terjadi penekanan lokal karena dapat menyebabkan konsentrasi tegangan dan spesimen sering putus pada titik tersebut. -
Perhatikan kesejajaran pada clamp berbentuk baji (wedge clamp)
Clamp jenis ini dapat menjaga kesejajaran kiri-kanan, tetapi rentan terhadap kemiringan depan-belakang. Jika terjadi kemiringan, distribusi tegangan menjadi tidak merata dan dapat menyebabkan spesimen robek atau titik patah tidak normal. -
Untuk spesimen sambungan tumpang (lap joint)
Permukaan sambungan harus melewati pusat gaya sensor agar pembebanan merata dan hasil uji akurat.
Prinsip Umum Pemasangan Fixture
Secara umum, prinsip pemasangan fixture adalah memastikan garis kerja gaya pada spesimen berimpit (sejajar) dengan garis kerja gaya pada sensor (load cell) semaksimal mungkin. Hal ini bertujuan untuk menghindari pembebanan eksentrik yang dapat menyebabkan kesalahan hasil uji.
Sebelum melakukan setiap tahap pengoperasian, pengguna disarankan untuk membaca petunjuk penggunaan produk dengan cermat dan mengikuti prosedur sesuai standar agar mesin dapat beroperasi secara optimal dan aman.
Telp/WahtsApp : 0812 1248 2471
Email : alfin@testindo.com
Single Coloumn Series HD-B602 Desktop Tensile Testing Machine




