Pemasangan Sensor Torsi: Panduan dan Peringatan
-
Orientasi pemasangan: Sensor torsi dapat dipasang secara horizontal maupun vertikal.
-
Stabilitas peralatan: Peralatan tenaga, torque transducer, dan peralatan beban harus dipasang pada dasar yang stabil untuk menghindari getaran berlebih. Jika tidak, hal ini dapat menyebabkan data tidak stabil, akurasi pengukuran menurun, bahkan merusak sensor.
-
Penggunaan coupling: Disarankan menggunakan elastic pin coupling atau rigid coupling selama pemasangan.
-
Keselarasan poros: Saat instalasi, konentrisitas poros antara peralatan tenaga, sensor torsi, dan peralatan beban harus < 0,05 mm.
Prinsip Penggunaan Coupling pada Torque Load Cell
-
Pemilihan coupling:
-
Jika konentrisitas antara 0,05 mm – 0,2 mm, disarankan menggunakan koneksi elastis.
-
Di luar rentang ini, bisa menggunakan koneksi rigid.
-
-
Posisi pemasangan:
-
Sensor torsi harus dipasang di antara sumber tenaga dan beban menggunakan dua grup coupling.
-
Sumber tenaga dan peralatan beban harus terpasang dengan stabil dan aman untuk menghindari getaran, karena getaran dapat menyebabkan instrumen tidak berfungsi normal.
-
-
Beban axial dan momen lentur:
-
Saat menggunakan instrumen torsi standar, apapun metode pemasangannya, coupling harus mampu menahan beban aksial dan momen lentur tertentu.
-
Hal ini mencegah beban berlebih pada instrumen, yang dapat langsung merusak sensor.
-

