Metode Penggunaan Tensile Test Machine
Tensile Test Machine (Mesin Uji Tarik) adalah mesin pengujian mekanik yang digunakan untuk menguji sifat mekanik material seperti beban statis, tarik, tekan, lentur, geser, dan uji kupas (peel test). Berikut penjelasan mengenai cara penggunaan mesin uji tarik.
1. Prosedur Menyalakan Mesin (Power On)
Setelah memastikan sambungan listrik dan sinyal sudah benar, nyalakan perangkat dengan urutan berikut:
Mesin Uji Tarik → Komputer → Printer
Urutan ini penting untuk memastikan sistem komunikasi berjalan dengan baik.
2. Proses Operasi Pengujian
a. Pemasangan Fixture (Penjepit)
-
Pilih fixture sesuai dengan jenis dan bentuk sampel.
-
Jika fixture sudah terpasang, periksa kembali kondisinya.
-
Atur perangkat limit sesuai panjang sampel dan jarak antar penjepit.
b. Mengaktifkan Software
-
Buka software TM2101.
-
Klik: Settings → Online → COM1.
-
Port komunikasi dapat dicek melalui:
Klik kanan My Computer → Properties → Hardware → Device Manager.
c. Pengaturan Parameter Pengujian
-
Klik Setting Before Test → pilih data desain sampel → Modify.
-
Untuk pengujian baru, pilih skema uji yang sesuai.
-
Masukkan parameter sampel seperti ukuran, ketebalan, dll.
-
Gauge distance mengacu pada panjang ukur spesimen.
-
-
Klik Control Scheme Selection → Modify.
-
Pilih metode kontrol yang sesuai.
-
Masukkan kecepatan pengujian.
-
Atur mode penghentian (shutdown mode) dan parameter lainnya.
-
d. Menjepit Sampel
-
Jepit salah satu ujung sampel pada collet dekat sensor gaya.
-
Nolkan gaya untuk menghilangkan pengaruh berat sendiri sampel.
-
Jepit ujung sampel yang lainnya.
-
Jarak penjepit dapat diatur melalui tombol naik/turun pada mesin atau komputer.
e. Memulai Pengujian
-
Klik Start Test.
-
Mesin akan bekerja sesuai skema pengujian yang telah diatur.
-
Setelah selesai, data akan tersimpan secara otomatis.
f. Melihat dan Mencetak Hasil
-
Hasil pengujian akan tampil di bagian bawah layar.
-
Klik Test Result → Test Result Selection untuk memilih parameter laporan.
-
Klik Output Word Report untuk membuat laporan.
-
Laporan dapat dicetak atau disimpan.
3. Prosedur Mematikan Mesin (Shut Down)
Setelah pengujian selesai, matikan perangkat dengan urutan:
Mesin Uji Tarik → Printer → Komputer
Setelah itu, tutup mesin dengan penutup pelindung khusus.
Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan
-
Urutan menyalakan mesin harus diikuti dengan benar untuk menghindari gangguan komunikasi sistem.
-
Lakukan pemanasan (warm-up) selama 5 menit sebelum pengujian.
-
Jika mesin baru saja dimatikan dan ingin dinyalakan kembali, tunggu minimal 1 menit.
-
Setelah mengganti fixture, atur kembali adjustable retaining ring (limit switch atas dan bawah).
-
Saat menggunakan sensor gaya kecil, pastikan limit switch disesuaikan untuk menghindari kerusakan sensor. Jangan melebihi kapasitas beban maksimum sensor.
-
Jangan mencabut atau memasang kabel listrik sembarangan saat mesin menyala.
-
Selama pengujian berlangsung, operator tidak boleh meninggalkan mesin.
-
Jangan menekan tombol lain selain tombol Stop atau Emergency Stop saat pengujian berlangsung.
-
Setelah selesai, pastikan semua sumber daya listrik dimatikan.
-
Komputer hanya digunakan untuk sistem pengujian. Jangan menginstal software lain agar sistem tetap stabil.
-
Matikan komputer sesuai prosedur shutdown sistem secara normal.
-
Jangan menggunakan media penyimpanan yang tidak dikenal pada komputer kontrol untuk menghindari virus.
Telp/WahtsApp : 0812 1248 2471
Email : alfin@testindo.com
Single Coloumn Series HD-B602 Desktop Tensile Testing Machine




