1. Non-Contact Torque Sensor

Non-contact torque sensor termasuk jenis dynamic torque sensor atau sering disebut juga torque speed sensor dan rotating torque sensor.

Prinsip Kerja:

  • Input dan output shaft dihubungkan oleh torsion bar.

  • Input shaft memiliki spline, sedangkan output shaft memiliki keyway.

  • Saat torsion bar mengalami torsi, posisi relatif spline dan keyway berubah.

  • Perubahan ini menyebabkan perubahan sifat magnetik pada spline, yang kemudian dikonversi menjadi sinyal listrik oleh kumparan.

Keunggulan:

  • Umur pakai panjang

  • Tingkat keandalan tinggi

  • Minim gesekan dan aus

  • Respon cepat dengan delay kecil

  • Tidak terlalu terpengaruh oleh poros

Non-contact torque sensor banyak digunakan di industri karena tahan lama dan handal untuk pengukuran torsi berputar terus-menerus.

2. Strain Gauge Torque Sensor

Sensor ini menggunakan teknologi strain gauge.

Prinsip Kerja:

  • Shaft elastis dilapisi strain gauge yang membentuk bridge pengukuran.

  • Ketika shaft mengalami torsi, shaft mengalami deformasi kecil.

  • Perubahan ini mengubah resistansi bridge, sehingga menghasilkan sinyal listrik yang proporsional dengan torsi.

Keunggulan:

  • Resolusi tinggi

  • Presisi pengukuran tinggi, kesalahan kecil

  • Rentang pengukuran luas

  • Harga relatif terjangkau

  • Mudah digunakan dalam jumlah banyak

Strain gauge torque sensor banyak dipakai dalam aplikasi industri dengan kebutuhan pengukuran presisi tinggi dan biaya efisien.

3. Phase Difference Torsion Sensor

Sensor ini dikenal sebagai torsion angle phase difference sensor.

Prinsip Kerja:

  • Menggunakan teknologi magneto-elektrik phase difference torque measurement.

  • Pada kedua ujung shaft elastis dipasang dua set gigi identik, dan di luar gigi dipasang proximity sensor.

  • Saat shaft berputar, kedua sensor menghasilkan gelombang dengan perbedaan fase.

  • Perbedaan fase ini digunakan untuk menghitung torsi.

Karakteristik:

  • Transmisi sinyal torsi secara non-contact

  • Sinyal yang terdeteksi bersifat digital

  • Kecepatan pengukuran tinggi

  • Volume sensor relatif besar

  • Performa kurang optimal pada kecepatan rendah

Saat ini, sensor torsi nirkabel (wireless torque sensor) lebih populer karena menggabungkan teknologi komunikasi nirkabel untuk mentransmisikan data secara real-time.

Telp/WahtsApp : 0812 1248 2471
Email : alfin@testindo.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *