Perbedaan Dynamic Torque Sensor dan Static Torque Sensor
Sensor torsi secara umum dikategorikan berdasarkan bentuk fisiknya menjadi dua jenis utama, yaitu dynamic torque sensor dan static torque sensor. Perbedaan utama keduanya terletak pada kemampuan rotasi dan metode penggunaannya dalam sistem pengukuran.
Dynamic Torque Sensor
Dynamic torque sensor adalah sensor torsi yang dapat berputar secara kontinu lebih dari 360°. Sensor ini digunakan untuk mengukur torsi pada sistem yang berputar secara terus-menerus, seperti motor, poros, turbin, dan sistem transmisi.
Berdasarkan metode transmisi sinyalnya, dynamic torque sensor dibagi menjadi dua jenis:
1. Non-Contact Torque Sensor
Non-contact torque sensor bukan berarti sensor tidak menyentuh objek yang diukur. Istilah ini mengacu pada metode transmisi daya dan sinyal internal yang menggunakan sistem induksi (dua set kumparan), sehingga tidak terjadi kontak gesekan di dalam sensor saat berputar.
Keunggulan:
-
Dapat berputar terus-menerus pada kecepatan tinggi
-
Umur pakai lebih panjang karena tanpa gesekan internal
-
Dapat mengukur kecepatan rotasi dan sudut putar
-
Stabil untuk aplikasi jangka panjang
Kekurangan:
-
Ukuran dan bobot lebih besar dibanding slip ring
-
Biaya material dan produksi lebih tinggi
-
Struktur internal lebih kompleks
Sensor jenis ini sangat cocok untuk aplikasi industri berkecepatan tinggi dan sistem pengujian performa jangka panjang.
2. Contact Torque Sensor (Slip Ring Torque Sensor)
Contact torque sensor atau yang biasa disebut slip ring torque sensor menggunakan sistem cincin geser (carbon brush) untuk mentransmisikan daya dan sinyal.
Keunggulan:
-
Struktur lebih sederhana
-
Transmisi sinyal lebih cepat
-
Ukuran lebih kecil dan lebih ringan dibanding non-contact
-
Harga relatif lebih ekonomis
Kekurangan:
-
Tidak cocok untuk rotasi kontinu berkecepatan tinggi
-
Umur pakai lebih pendek karena adanya gesekan
Sensor ini cocok untuk aplikasi dengan kebutuhan rotasi terbatas dan anggaran lebih efisien.
Static Torque Sensor
Static torque sensor digunakan untuk mengukur torsi dalam kondisi tidak berputar secara kontinu. Biasanya digunakan saat poros atau motor ditahan (blocked torque measurement).
Pada sensor ini, kabel daya dan sinyal terhubung langsung ke bodi sensor. Jika sensor ikut berputar, kabel juga akan ikut berputar.
Karakteristik:
-
Cocok untuk pengujian torsi statis atau rotasi terbatas (1–3 putaran)
-
Tidak cocok untuk rotasi kontinu
-
Risiko kabel terlilit jika digunakan pada putaran banyak atau terus-menerus
-
Umumnya digunakan untuk uji beban awal, kalibrasi, atau pengujian motor saat ditahan
Jika digunakan pada rotasi kontinu, kabel dapat terlilit pada poros atau sensor, yang berpotensi mengganggu akurasi pengukuran bahkan merusak sistem pengujian.

