Sejarah Sensor Torsi
Teknologi sensor torsi semakin matang dari waktu ke waktu, namun sebenarnya perkembangannya telah melalui tiga tahap utama.
Tahap Pertama: Awal Teknologi Pengukuran
Pada tahun 1678, Robert Hooke menjelaskan Hukum Hooke, yang menyatakan hubungan proposional antara perpanjangan material dan tegangan yang diterima. Selain itu, munculnya rangkaian jembatan (bridge circuits) memungkinkan perubahan tegangan kecil dapat diukur dengan presisi.
Tahap Kedua: Lahirnya Sensor Torsi Rotary
Pada tahun 1945, sensor torsi rotary diperkenalkan ke pasar. Prinsipnya: jika torsi aksial poros yang diberi beban diputar sebesar suatu sudut, maka torsi akan berubah secara proporsional. Sudut puntiran ini dapat diukur menggunakan sistem pengukuran.
Tahap Ketiga: Sensor Torsi Modern
Sensor torsi modern umumnya memiliki output analog, yang pada beberapa antarmuka dapat mengalami gangguan dari driver terdekat. Kemudian muncul sensor elektronik digital, yang meningkatkan kemampuan anti-gangguan dan presisi pengukuran.

Perkembangan Terkini
Hingga saat ini, sensor torsi dengan beragam jenis dan performa berkembang dengan cepat. Sistem pengujian pun berkembang dari pengujian statis menuju deteksi online dinamis, dengan tren menuju miniaturisasi, digitalisasi, kecerdasan, virtualisasi, dan konektivitas jaringan.
